BPBD persiapkan Tanggulangi Daerah Rawan Kekeringan


Berita Tuban - Memasuki musim kemarau yang sudah terjadi di wilayah Kabupaten Tuban, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban sudah mulai memetakan daerah yang rawan terjadinya kekeringan dan kesulitan air bersih saat kemarau, Senin (22/06/2015).

Hal tersebut diungkapkan oleh Joko Ludiono, selaku Kepala BPBD Kabupaten Tuban. Ia menyatakan bahwa pemetaan wilayah rawan kekurangan air bersih saat musim kemarau itu sudah dilakukan pendataan.

"Kita sudah melakukan pemetaan wilayah untuk mengantisipasi kekeringan," terang Joko Ludiono, Kepala BPBD Tuban.

Data yang telah dipetakan oleh BPBD Kabupaten Tuban menyebutkan ada beberapa daerah yang masuk wilayah rawan terjadinya kekeringan. Diantaranya adalah Kecamatan Parengan, Semanding , Grabagan, Rengel, Soko, Kerek, Montong dan Kecamatan Senori.

"Memang tidak semua desa dalam delapan kecamatan itu kekeringan namun rata-rata desa di kecamatan itu memang mengalami kekeringan dan menjadi langganan kekurangan air saat kemarau," ungkap Joko Ludiono.

Meski saat ini masih awal musim kemarau dan belum ada laporan daerah kekurangan air, Joko mengaku pihaknya sudah mulai melakukan berbagai persiapan untuk melakukan antisipasi. Salah satunya berkoordinasi dengan seluruh camat daerah rawan kekeringan dan telah menyiapkan anggaran bencana sebesar Rp 75 juta dari anggaran APBD.

"Kami sudah kordinasi dengan para camat dan SKPD, selain itu juga telah disiapkan angaran bencana termasuk anggaran dari provinsi. Musim kemarau akan cukup lama hingga November mendatang," pungkasnya.[mut/ted]

0 komentar:

Posting Komentar