Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Berita Tuban - Kantor Kementerian Agam (Kemenag) Kabupaten Tuban mulai menerapkan pelayanan prima dengan memberikan akses secara on-line untuk mengetahui data pernikahan seseorang khususnya bagi warga masyarakat Kabupaten Tuban.

Untuk menjalankan dan memaksimalkan program Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) di Kabupaten Tuban, Kemenag Tuban memberikan kepada dua orang dari masing-masing Kantor Urusan Agam (KUA) yang ada di Kabupaten Tuban.

"Satu KUA mengirimkan satu penghulu dan satu operator SIMKAH ini," terang Abdul Gofir, selaku ketua Forum Komunikasi Operator SIMKAH Kemenag Tuban, Senin (15/06/2015).

Perwakilan tim dari masing-masing KUA diberikan pengarahan bagaimana cara memasukkan data warga masyarakat yang sudah menikah. Sejauh ini sudah ada 11 KUA di Kabupaten Tuban yang telah mengirim data pernikahan secara on-line dan bisa diakses melalui http://simkah.kemenag.go.id/infonikah untuk mengetahui apakah sudah tercatat atau belum.

"Nantinya semua KUA yang ada di Tuban bisa mengon-linekan semua data nikah. Setelah pelatihan sehari penuh ini kita harapkan semua KUA sudah siap mengentri data," lanjutnya.

Adapun untuk 11 kecamatan di Kabupaten Tuban yang telah menjalankan program SIMKAH itu adalah KUA Tuban, Merakurak, Bancar, Singgahan, Montong, Grabagan, Palang, Rengel, Semanding, Tambakboyo, dan KUA Kecamatan Jatirogo, Tuban.

"Saat ini untuk data yang bisa diakses melalui on-line mulai tahun 2012 dan seterusnya. Sedangkan sebelum tahun 2012 kita masih terus berusaha untuk mengentri," papar Abdul Ghofir.

Sementara itu, untuk melihat data tersebut apakah sudah terdaftar dalam catatan pernikahan, warga bisa melakukan pengecekan dengan memasukkan nomor registrasi. Selain itu juga bisa melakukan pencarian dengan memasukkan nama serta wilayah tempat pernikahan berlangsung.

"Jadi dengan program ini nanti kita bisa melacak identitas apakah seseorang itu sudah menikah apa belum. Dan di kantor KUA mana dia menikah," pungkasnya.[mut/kun]

Surabaya - Hadirnya Bus Listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember disambut positif oleh Ir Tri Risma Harini MT, Wali Kota Surabaya. 

Pasalnya, Bus Listrik ITS dinilai mendukung Surabaya sebagai kota metropolitan berwawasan lingkungan. Hal tersebut diungkapakannya pada acara peresmian Bus Listrik ITS dalam Surabaya Car-Free-Day , Minggu (11/23). 

''Eco-City di Surabaya sudah terealisasi dengan adanya bus listrik, terimakasih ITS,'' ungkap Risma. 
Betapa tidak, adanya bus listrik tersebut memang menjadi jawaban atas berbagai polemik krisis bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. 
Bahkan, Risma mengungkapkan kehadiran bus ini telah memperjelas gambarannya terhadap Surabaya sebagai Eco-City.

Saat ditanya mengenai rencana menjadikan mobil listrik ITS sebagai transportasi massal di Surabaya, Risma menjawab dengan ekspresi wajah optimis. ''Terutama untuk mobil pribadi. Kalau bus listrik ini bisa dikembangkan, berarti mobil pribadi juga bisa dikembangkan,'' ujar Risma.

Menanggapi hal tersebut, Dr Muhammad Nur Yuniarto menerangkan dibutuhkan tahap penyempurnaan lebih lanjut terhadap mobil tersebut. Ketua Tim Penelitian Mobil Listrik ITS ini mengaku berbagai uji kelayakan dan uji coba jalan juga sudah dilakukan. 
Bahkan rencananya, bus hasil kerjasama antara ITS dengan PT Telkomsel tersebut akan resmi beroperasi sebagai bus kampus setelah diuji coba untuk rute pertamanya, Minggu (30/11).

Lebih lanjut, Nur menjelaskan dengan ukuran 2,1 kali 6 meter, bus tersebut mampu menampung sebanyak 26 penumpang. Selain itu, adanya sumber tenaga tambahan berupa panel surya yang berada di atap bus juga menambah kesan canggih bus yang menelan dana Rp 1,5 milyar itu.

Pihaknya juga optimis panel surya tersebut nantinya akan menyuplai energi sebesar 20 persen dan sisanya disuplai oleh baterai. Pun demikian, bus tersebut telah mampu menempuh jarak sejauh 160 kilometer setelah diisi penuh selama delapan sampai sepuluh jam. ''Tak hanya itu, dalam jangka waktu satu tahun ke depan kami juga akan membangun stasiun pengisinya,'' papar Nur.

Berita Tuban - Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Tuban yang merupakan pelanggan kartu Simpati dari provider Telkomsel mengalami kesulitan untuk berkomunikasi lantaran jaringan dari provider tersebut mengalami gangguan, Sabtu (10/05/2014).

Hal tersebut membuat banyak keluhan dari para pelanggan kartu Simpati yang tersebar di wilayah Tuban. Mereka tidak bisa melakukan komunikasi dengan rekan kerja maupun dengan keluarga yang berada di tempat jauh.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, trobelnya jaringan kartu Simpati di wilayah Tuban itu terjadi mulai sekitar pukul 10.30 Wib. Semua jaringan langsung mati dan tidak bisa untuk digunakan, baik layanan data maupun untuk telepon atau kirim pesan.

"Saya tadi tahunya kok jaringan SOS, trus saya cek di nomer telepon yang di HP biasa kok juga tidak ada sinyalnya. Buat telepon atau sms juga tidak bisa," terang Edy Purnomo, pemuda asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban itu.

Para pelanggan Telkomsel tersebut mengeluh lantaran selama beberapa jam tidak bisa melakukan komunikasi. Padahal mereka juga sudah berlanganan paket data ataupun paket BlackBerry untuk kebutuhan internet.

"Kalau trobel begini ya susah mas, tidak bisa kerja. Karena untuk berhubungan dengan rekan kerja juga sudah terbiasa telepon atau kirim email," lanjut Fajar, salah satu pelanggan Simpati di Tuban.

Matinya jaringan milik Telkomsel tersebut juga menyebar luas di wilayah Kabupaten Tuban, belum diketahui pasti apa penyebab dari matinya jaringan tersebut. Sampai dengan pukul 13.30 Wib jaringan masih belum bisa digunakan dan belum diketahui sampai kapan jaringan provider itu akan kembali normal. [mut/but]
Jum'at, 27 Desember 2013 08:55:41
Reporter : -


Tokyo - Desain perangkat PC pada umumnya memang seperti yang kita lihat dimana-mana. Tapi bagaimana jika ada yang mengubah desainnya seperti diorama peperangan futuristik.

Seorang perancang PC asal Jepang bernama Hiroto Ikeuchi mendesain PC menjadi diorama peperangan futuristik seperti di sejumlah film fiksi ilmiah.

Proyek Ikeuchi ini ditampilkan di Ars Electronica center di Linz, Austria, demikian lansir BoingBoing.

"Saya lebih suka menyebutnya sebagai pangkalan rahasia," ungkap Ikeuchi, yang menyebut sumber refrensinya adalah film seperti Gundam dan Macross. [kun]