
Diketahui, PKL tersebut berasal dari Jalan AKBP Suroko, Tuban, mulai hari Senin (05/05/2014). Para PKL di relokasi ke kawasan dalam Parkir Terminal Wisata Sunan Bonang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat setelah beberapa kali diadakan pertemuan.
“Kisruh karena sebenarnya ada 30 PKL yang ada di luar (AKBP Suroko), tapi yang bisa masuk hanya ada sekitar 16 PKL saja. Itupun satu kelompok,” kata salah satu PKL di lokasi.
Selain itu, mereka rebutan tempat yang paling strategis di kawasan tersebut. Beruntung petugas dari Satpol PP dan sejumlah anggota TNI segera mendatangi para PKL. Mereka kemudian melakukan pengundian nomor untuk mendapatkan tempat berjualan. Meski tidak puas, beberapa PKL terpaksa mengikuti keinginan petugas gabungan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Imron Achmadi, membenarkan adanya kisruh antar PKL tersebut.
“Mereka rebutan tempat untuk berdagang, Mas,” jelas Imron Achmadi ketika berada di lokasi. Imron menerangkan, tempat yang disediakan untuk PKL yang berasal dari JL AKBP Suroko, di dalam kawasan Parkir Terminal Wisata Sunan Bonang ada sekitar 16 tempat. Dengan ukuran 2x2 meter persegi. “Itu (jumlah 16) merupakan hasil verifikasi PKL yang berasal dari luar dan dalam. Tapi ternyata yang hadir hari ini hanya 12 PKL,” ujar Imron Achmadi.
“Semoga setelah ini mereka mau terima dan bisa berjualan lagi. yang jalan AKBP Suroko soalnya harus steril,” tandas Imron.
0 komentar:
Posting Komentar