
Berita Tuban - Meski malam telah melakukan razia sejumlah hotel, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban bersama dengan jajaran Polres Tuban dan juga anggota TNI kembali melakukan razia pada pagi hari, Minggu (15/02/2015).
Kegiatan razia lanjutan dalam rangka pencegahan perbuatan asusila di Hari Valentine yang dilakukan pada pagi hari mendapatkan sebanyak 15 pasangan bukan suami istri menginap di hotel. Para pasangan sebagian besar muda-mudi tersebut digrebek dari hotel yang tadi malam kosong saat dirazia.
"Untuk kali ini ada belasan pasangan bukan suami istri yang berhasil kita amankan saat berduaan di kamar hotel. Kegiatan razia ini dalam rangka melakukan pencegahan perbuatan asusila saat hari Valentine," ujar Heri Muharwanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tuban.
Kali ini razia dilakukan oleh petugas gabungan dengan menyisir sejumlah hotel yang ada di Kota Tuban seperti halnya tadi malam. Namun para pasangan mesum tersebut justru didapatkan dari hotel-hotel yang saat razia tadi malam dalam kondisi sepi tidak ada tamu.
Seperti halnya dari hotel Indonesia yang ada di jalan KH Musta'in Kota Tuban, saat dilakukan pemeriksaan tadi malam hanya memiliki tiga tamu saja. Namun saat dilakukan razia pagi tadi, petugas justru menemukan sebanyak tujuh pasangan bukan suami istri.
"Hasil dari razia hotel itu kita juga temukan perempuan yang masih usia anak-anak bersama dua laki-laki dalam satu kamar. Dan kondisi gadis ini masih mabuk berat," ungkap Heri Muharwanto.
Selanjutnya sebanyak delapan pasangan mesum lainnya berhasil diamankan oleh petugas dari Hotel Irwan, jalan Diponegoro, Kota Tuban, Hotel Ratna, jalan Ronggolawe Kota Tuban dan Hotel Dinasty, jalan Tuban Semarang, Kabupaten Tuban.
"Razia ini kita lakukan berdasarkan Perda nomer 13 tahun 2002 tentang perbuatan asusila. Mereka yang tertangkap akan kita lakukan pemeriksaan dan kemudian kita berikan pembinaan," lanjutnya.
Sementara itu, untuk VR gadis yang masih berumur 16 tahun asal Kota Tuban yang juga ikut terjaring razia di hotel dalam kondisi mabuk berat itu akan dilakukan pembinaan lebih khusus. Pasalnya mengingat bocah tersebut masih kelas 2 SMA dan perlu pendampingan dari orang tuanya.
"Untuk yang anak-anak akan kita lakukan pembinaan secara khusus dengan menghadirkan orang tuanya dan sudah kita hubungi. Sedangkan yang bersangkutan masih belum sepenuhkan sadar akibat pengaruh minuman keras," pungkasnya.[mut]
0 komentar:
Posting Komentar