
Berita Tuban - Petugas dari Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban melakukan razia sejumlah toko penjual buah-buahan yang berada di wilayah Kabupaten Tuban terkait beredarnya buah Apel impor dari Amerika Serikat yang mengandung bakteri, Selasa (03/02/2015).
Dalam razia itu, petugas berhasil menemukan barang bukti apel impor asal Amerika Serikat yang masih dijual. Petugas kemudian menyita barang bukti beberapa apel yang dinilai membahayakan bagi para konsumen.
Razia buah apel impor itu dilakukan oleh beberapa petugas dari Disperpar Kabupaten Tuban mulai dari pasar buah yang ada di jalan Gajah Mada, Kota Tuban. Satu persatu lapak buah milik pedagang yang ada di pasar buah itu diperiksa oleh tim dari Disperpar Tuban.
"Sesuai intruksi Menteri Perdagangan untuk menarik peredaran apel yang mengandung bakteri. Makanya kita lakukan sidak di pasar buah dan sejumlah toko buah di Kabupaten Tuban," ujar Sunaryo, Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen, Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban.
Saat melakukan pemeriksaan di toko buah yang ada di jalan Patimura, Kabupaten Tuban, petugas berhasil menemukan pedagang yang menjual apel impor jenis Royal Gala yang sudah tidak boleh beredar. Sehingga pihak Dinas langsung mengumpulkan apel impor asal Amerika Seikat itu dan kemudian menyitanya.
"Dari pasar dan toko buah kita temukan apel jenis Gala, meski jumlahnya tidak terlalu banyak. Buah yang kita temukan langsung kita sita dari pedagang," lanjut Sunaryo, setelah kegiatan sidak itu.
Untuk apel jenis Granny Smith yang juga dilarang beredar di Indonesia karena disinyalir mengandung bakteri berbahaya itu sudah tidak ditemukan di wilayah Kabupaten Tuban. Pasalnya sejumlah pedagang sudah lama tidak pernah mendapatkan kiriman apel jenis grany smith dari distributor.
"Untuk yang jenis Smith para pedagang sudah tidak dikirim sejak sekitar satu bulan. Kita menghimbau kepada para pedagang untuk tidak lagi menjual dan menerima kiriman buah itu," pungkasnya. [mut/but]
0 komentar:
Posting Komentar