
Berita Tuban - Akibat diterjang banjir bandang, kondisi bahu jalan raya penghubung antar kecamatan yang ada di kawasan Kerawak, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban kembali mengalami longsor, Kamis (05/02/2015).
Bahu jalan yang baru satu bulan lebih dilakukan perbaikan kembali longsor dan ambles dengan kedalaman sekitar 10 meter. Bahkan longsor hampir memakan badan jalan.
"Itu plengsengannya sudah kembali longsor, padahal belum ada dua bulan dilakukan perbaikan. Sekarang ini kelihatannya semakin parah, karena hampir memakan badan jalan," ujar Wandi, salah satu warga yang biasa melintasi jalan itu.
Jalan yang mengalami ambles dengan pajang puluhan meter tersebut merupakan akses jalur utama yang paling dekat menuju Kota Tuban bagi warga lima kecamatan. Yakni mulai Kecamatan Singgahan, Senori, Bangilan, Jatirogo dan Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban.
"Jalan ini merupakan jalan utama menuju Kota. Kalau sampai jalur ini putus, maka warga harus memutar mencari jalur lain dan selisih hingga puluhan kilometer," lanjutnya.
Kondisi longsornya bahu jalan utama tersebut juga sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. Pasalnya jalan yang ambles itu persisi berada di tikungan, sedangkan tidak ada rambu-rambu sama sekali sebagai tanda bahaya kalau ada jalan yang ambles.
"Sangat bahaya untuk para pengendara, apalagi belum biasa lewat jalan ini dan pada malam hari. Karena sampai sekarang tidak ada peringatan tanda bahaya," ungkap Syafi'i, salah satu pengendara motor asal Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.
Sejumlah warga menduga, selain karena diterjang banjir bandang longsornya plengsengan jalan raya tersebut diduga akibat pengerjaan yang asal-asalan. Sehingga tanggul penahan jalan raya itu kembali longsor saat ada banjir yang menerjang. [mut/but]
0 komentar:
Posting Komentar