
Berita Tuban - Puluhan rumah warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban yang berada tak jauh dari lokasi tambang bahan baku semen milik PT Holcim Indonesia Tbk mengalami retak-retak pada bagian dindingnya.
Rusaknya tembok rumah warga ring satu pabrik semen Holcim itu diduga akibat dari getaran peledakan lokasi dari tambang bahan baku semen itu. Getaran akibat dari peledakan di tambang PT Holcim itu sudah dirasakan oleh warga sekitar sejak sekitar dua bulan terakhir.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan akibat getaran peledakan tambang itu adalah milik Nuraini (30), warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Ia mengaku jika rumahnya rusak sejak ada peledakan dari lokasi tambang yang berjarak sekitar dua kilometer dari pemukiman warga.
"Rumah saya baru dibangun. Dan ini mulai ada kerusakan retak-retak sejak mulai ada peledakan yang dilakukan Holcim," ungkap Nuraini, warga desa tersebut, Jumat (06/02/2015).
Sejumlah warga mengaku, jika pada saat peledakan di lokasi tambang itu terjadi suara gemuruh terdengar jelas sampai dengan pemukiman warga desa setempat. Hal tersebut membuat warga merasa khawatir dan terganggu dengan adanya aktivitas peledak dari tambang pabrik semen asal Swiss itu.
"Getarannya juga sangat terasa sampai dengan desa, bahkan sempat ada tetngga yang kaget. Suara gemuruhnya juga terdengar jelas," ujar Munif, yang merupakan warga desa tersebut.
Belum diketahui pasti jumlah rumah warga di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban itu yang mengalami kerusakan yang diduga akibat peledakan PT Holcim. Namun warga menyebutkan ada sekitar 50 sampai 60 rumah yang dikabarkan mengalami retak-retak pada bagian dinding dan juga lantainya.
"Untuk jumlah yang sudah saya laporkan ke pihak PT Holcim sudah ada 25 rumah. Tapi untuk keseluruhan yang mengalami kerusakan sekitar 50 sampai 60 rumah," Mustakim, salah satu tokoh masyarakat desa ring satu PT Holcim.
Menanggapi permasalahan tersebut, pihak PT Holcim Indonesia Tbk menyatakan siap membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan demi keharmonisan hubungan antara perusahaan dengan warga masyarakat. Pihak Holcim menyatakan bahwa peledakan di tambang batu kapur itu masih berada di bawah baku tingkat getaran pada tambang terbuka terhadap bangunan yang ditetapkan dalam SNI 7571:2010.
"Berdasarkan pengukuran getaran dan air blast yang dilakukan konsultan indpendent, besar getaran tambang batu kumbung pada jarak 1.300 meter hanya sebesar 0.284 mm/detik dan pada jarak 500 meter hanya sebesar 1.692 mm/detik. Kegiatan peledakan memang menimbulkan getaran, namun besar getaran bisa direncanakan agar aman bagi pemukiman," jelas Indriani Siswati, Corporate Communications East Java PT Holcim Indonesia Tbk.
Pihak PT Holcim Indonesia Tbk pabrik Tuban akan melakukan pengecekan dan juga konfirmasi atas rusaknya rumah warga yang telah dilaporkan ke perusahaan. Sehingga dengan melakukan pengecekan akan bisa diketahui apa penyebab kerusakan dari rumah-rumah warga desa itu.[mut/kun]
0 komentar:
Posting Komentar