
Berita Tuban - Sejak beberapa tahun terakhir sejumlah rumah milik yang tinggal di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban terpaksa direlokasi dari tepi Sungai Bengawan Solo ke lahan yang lebih aman.
Sebanyak 25 rumah milik warga Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, sudah dipindahkan lantaran tanah yang ditempati rumah dan berada di bantaran Sungai Bengawan Solo tersebut mengalami longsor setiap banjir terjadi. Bahkan ada satu akses jalan kampung terputus akibat longsor yang terjadi saat banjir datang.
Data yang dihimpun wartawan, selama dua tahun terakhir tanah milik warga desa di bantaran sungai Bengawan Solo tersebut yang mengalami longsor akibat banjir lebarnya mencapai sekitar 15 meter dengan panjang satu kilometer. Dan longsor tersebut terus bertambah saat terjadi banjir lantaran tidak adanya tanggul di desa tersebut.
"Dulu sekitar sini ada jalan desa. Tapi sekarang jalannya sudah hilang karena tanahnya longsor dan sekarang sudah jadi bengawan," ujar Sunggar (57), warga Dusun Mlaten, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban yang tanahnya juga habis terkena longsor akibat banjir itu, Sabtu (07/02/2015).
Menurut warga, jika longsor akibat banjir yang mengikis tanah milik warga desa tersebut sudah terjadi sejak tahun 1997 silam. Pada tahun itu, sejumlah rumah warga yang ada di tepi bengawan harus pindah karena kondisi longsornya sudah semakin parah.
"Mulai tahun 1997 rumah saya sudah mulai pindah. Karena memang longsornya sudah semakin parah, kalau tidak pindah rumah pasti ambruk ikut longsor," terang Warsono, yang menjadi korban longsornya bantaran Sungai Bengawan Solo itu.
Sebanyak 25 rumah warga yang direlokasi dari tepi bengawan solo itu sebagian ditempatkan di lahan milik pemerintah desa. Warga yang tidak punya lahan lagi menempati tanah yang dulunya terbilang angker dikeramatkan karena ada satu makam milik sesepuh desa setempat.
"Kalau dulu tidak pernah ada yang berani sembarangan masuk sekitar makam sini, karena memang angker. Tetapi karena terpaksa sekarang sudah banyak yang pindah kesini," lanjut Warsono, yang merupakan sesepuh desa setempat.
Sejumlah warga masyarakat yang tinggal di bantaran Bengawan Solo itu berharap kondisi longsor yang terus mengancam pemukiman warga itu segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal itu supaya wilayah yang ada di desa setempat tidak selalu tergerus air bengawan solo dan terjadi longsor saat banjir datang.
"Selama ini tidak pernah ada perhatian. Kami berharap ada pembangunan plengsengan untuk bantaran bengawan di sini supaya tidak terus longsor," harap Abdullah, selaku perangkat Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. [mut/but]
0 komentar:
Posting Komentar